|
Vegan adalah orang yang mempraktikkan gaya hidup yang menghindari segala bentuk eksploitasi hewan, yang menolak untuk memakai segala produk yang berasal dari hewan, baik untuk makanan, pakaian, kosmetik, kesehatan, serta penolakan uji coba serta hiburan yang mengeksploitasi hewan demi kebaikan manusia, hewan, dan lingkungan hidup di Bumi. Dalam beberapa tahun belakangan ini, penyakit jantung, obesitas, tekanan darah tinggi, stroke, dan kanker telah menduduki peringkat utama kematian di negara-negara maju maupun negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Demikian juga berbagai wabah penyakit baru yang mematikan seperti flu burung dan flu babi yang merupakan mutasi virus yang berasal dari perlakuan manusia terhadap peternakan hewan. Para ilmuwan telah mengamati bahwa orang-orang yang mengonsumsi diet VEGAN atau vegetarian yang direncanakan dengan baik (well-planned vegetarian) dapat menurunkan laju kematian akibat penyakit-penyakit kronis/degeneratif tersebut di atas, mengurangi risiko wabah penyakit yang mematikan, dan bahkan dapat hidup lebih panjang umur. American Dietetic Association (ADA) dan Dietitians of Canada pada tahun 1999 dan 2003 menyatakan bahwa diet VEGAN atau vegetarian yang direncanakan dengan tepat sangat sehat, mencukupi gizi makro dan mikro, serta memberikan keuntungan bagi kesehatan untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit tertentu termasuk penyakit kronis. The Physician Committee for Responsible Medicine
(PCRM) yang berkantor pusat di Washington DC Amerika Serikat
pada tahun 1991 memperkenalkan The New Four Food Group (Kelompok
Empat Sehat Baru/Kuartet Nabati/VEGAN) untuk merevisi The Basic
Four Food Group (Kelompok Empat Sehat Lama) yang telah
diperkenalkan sejak tahun 1956. “Kuartet Nabati/VEGAN” mengganti
protein hewani dengan protein nabati yang berasal
kacang-kacangan (legumes). “Kuartet Nabati/VEGAN” terdiri dari 4
kelompok makanan nabati yakni : whole grains (biji-bijian) ≥ 5
porsi, legumes (kacang-kacangan) ≥ 2 porsi, vegetables
(sayur-sayuran) ≥ 4 porsi dan fruits (buah-buahan) ≥ 3 porsi. Badan Pangan Dunia (FAO) PBB pada tahun 2006 melaporkan dalam Livestock’s Long Shadow – Environmental Issues and Options bahwa daging merupakan komoditas hasil peternakan yang menghasilkan emisi terbesar yang setara dengan karbon dioksida (CO2) sebesar (18%), bahkan melebihi kontribusi emisi CO2 seluruh alat transportasi di dunia (13%). Jika kita mengubah pola makan hewani menjadi pola makan vegan, maka dalam setahun kita dapat mengurangi emisi CO2 sebanyak 1,5 ton.
|
||